Megadewa88sport Mercedes membawa kabar positif menjelang Formula 1 (F1) GP Hungaria. Tim asal Jerman tersebut mengklaim telah menemukan penyebab masalah yang membuat performa George Russell menurun drastis pada balapan sebelumnya di Belgia.

Masalah tersebut berkaitan dengan sistem deployment tenaga pada Power Unit (PU) Mercedes. Setelah melakukan pemeriksaan mendalam di markas tim, Mercedes menemukan adanya persoalan pada sisi perangkat lunak dan kalibrasi yang memengaruhi kemampuan mobil Russell dalam menyalurkan tenaga secara optimal.
Perbaikan pun dipersiapkan untuk digunakan pada akhir pekan balapan di Hungaria.
Russell sebelumnya mengalami akhir pekan yang sangat mengecewakan di Sirkuit Spa-Francorchamps. Kecepatan mobilnya di lintasan lurus terlihat jauh lebih lambat dibandingkan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli.
Perbedaan tersebut bahkan terlihat dalam sesi kualifikasi. Russell harus tertinggal lebih dari setengah detik dari Antonelli, sebuah jarak yang cukup besar dalam persaingan ketat Formula 1.
Masalah Tenaga Diduga Berujung pada Insiden di Belgia
Persoalan tersebut ternyata tidak hanya berdampak pada catatan waktu Russell. Masalah kurang optimalnya penyaluran tenaga juga disebut berkontribusi terhadap kesulitan yang dialaminya saat balapan.
Pada lap pertama GP Belgia, Russell kehilangan momentum di lintasan lurus Kemmel Straight setelah start. Situasi tersebut membuatnya kehilangan posisi dan kemudian terlibat insiden dengan Lewis Hamilton di tikungan Les Combes.

Russell akhirnya tidak dapat melanjutkan balapan setelah mobilnya keluar lintasan dan terhenti di area kerikil.
Beberapa hari setelah balapan di Spa-Francorchamps, Mercedes langsung melakukan investigasi untuk mencari sumber persoalan. Hasilnya, tim menemukan masalah yang diyakini menjadi penyebab utama performa Power Unit Russell tidak maksimal.
Russell Lega Mercedes Berhasil Menemukan Masalah
Menjelang GP Hungaria, Russell mengaku mendapat kabar positif dari tim. Pembalap asal Inggris tersebut menyebut Mercedes telah bekerja keras untuk menemukan akar persoalan yang menghambat performanya.
Russell merasa lega karena masalah yang sebelumnya membuatnya harus melakukan berbagai penyesuaian gaya mengemudi akhirnya berhasil diidentifikasi.
“Saya pikir kami telah menemukan beberapa masalah yang menghambat kami selama akhir pekan di Spa,” ujar Russell kepada wartawan di Budapest.
Ia juga meyakini bahwa perbaikan yang telah disiapkan Mercedes dapat mengatasi persoalan kalibrasi yang terjadi pada mobilnya.
Menurut Russell, tim telah menemukan masalah utama pada sistem kalibrasi dan berharap persoalan tersebut sudah dapat diselesaikan sebelum mobil kembali turun ke lintasan.
Bukan Kerusakan Hardware, Melainkan Masalah Software
Mercedes menemukan bahwa persoalan pada mobil Russell bukan disebabkan oleh kerusakan komponen fisik Power Unit.
Masalahnya justru berada pada perangkat lunak dan sistem kalibrasi yang mengatur bagaimana tenaga dari Power Unit disalurkan selama mobil melaju.
Russell menjelaskan bahwa terdapat parameter tertentu yang tidak dikalibrasi secara tepat. Kondisi tersebut membuat sistem tidak bekerja sesuai dengan potensi maksimal yang seharusnya dapat diberikan.
Menariknya, masalah serupa juga disebut terjadi pada pembalap lain yang menggunakan mesin Mercedes, termasuk Oscar Piastri dari McLaren.
Menurut Russell, salah satu persoalan yang ditemukan adalah sistem power deployment yang tidak bekerja optimal sepanjang putaran. Selain itu, terdapat persoalan lain yang masih berkaitan dengan kalibrasi.
Setelah mengetahui parameter yang bermasalah, Mercedes kini dapat melakukan kalibrasi ulang agar Power Unit mampu bekerja lebih optimal.
Russell Sempat Mengubah Gaya Mengemudi
Sebelum masalah tersebut ditemukan, Russell mengaku telah berusaha keras mengubah cara mengemudinya demi mengatasi persoalan performa di lintasan lurus.
Ia bahkan mencoba melakukan berbagai penyesuaian sejak GP Inggris di Silverstone. Mulai dari cara menginjak pedal gas, pemilihan gigi, hingga waktu ketika harus membuka gas lebih awal menjadi bagian dari eksperimennya.
Russell mengira perubahan gaya mengemudi tersebut dapat membantu meningkatkan performa mobil.
Namun, setelah Mercedes menemukan akar masalah sebenarnya, ia menyadari bahwa berbagai penyesuaian tersebut ternyata tidak menyelesaikan persoalan utama.
“Sekarang saya menantikan akhir pekan di mana saya bisa fokus mengemudi dengan cepat,” kata Russell.
Dengan perbaikan yang telah disiapkan Mercedes, Russell berharap dirinya dapat kembali berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih mendasar dalam balapan, yakni mendapatkan kecepatan maksimal dan meraih hasil terbaik.

Emosi Russell di Spa Akhirnya Terungkap
Russell juga memberikan penjelasan mengenai emosinya yang sempat memanas melalui radio tim saat GP Belgia.
Pembalap berusia 28 tahun tersebut mengatakan bahwa kemarahannya tidak ditujukan kepada satu pihak tertentu. Menurutnya, semua orang di dalam tim memiliki tanggung jawab untuk menemukan penyebab masalah yang terjadi.
Russell mengakui bahwa situasi menjadi semakin emosional karena dirinya harus mengakhiri balapan sejak lap pertama.
Terlebih lagi, ia baru saja mengalami insiden di lintasan dan harus terjebak di area kerikil. Dalam kondisi seperti itu, menurut Russell, sangat wajar jika emosi seorang pembalap berada pada tingkat yang tinggi.
Ia juga menegaskan bahwa Mercedes sebenarnya telah berusaha mencari sumber masalah tersebut. Hanya saja, kompleksitas sistem mobil Formula 1 membuat proses identifikasi tidak mudah.
Baca Juga George Russell Buka Suara Usai Ditabrak Lewis Hamilton di F1 GP Belgia 2026
Spa Justru Membantu Mercedes Menemukan Jawaban
Meski berakhir buruk bagi Russell, GP Belgia ternyata memberikan kesempatan penting bagi Mercedes untuk mengungkap persoalan yang selama ini sulit ditemukan.
Tim melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap berbagai parameter Power Unit setelah melihat adanya perbedaan performa yang cukup mencolok.
Dari pemeriksaan tersebut, Mercedes akhirnya menemukan bagian yang diduga menjadi sumber masalah.
Russell pun menyambut positif perkembangan tersebut. Ia berharap perbaikan yang diterapkan di Hungaria benar-benar dapat mengembalikan performa mobil ke level yang seharusnya.
Dengan masalah yang kini mulai terpecahkan, GP Hungaria menjadi kesempatan bagi Russell untuk membuktikan kembali kecepatannya. Jika perbaikan Mercedes berjalan sesuai harapan, Russell bisa kembali fokus mengejar performa maksimal tanpa harus terus memikirkan bagaimana cara mengakali karakter Power Unit saat berada di lintasan.
Kini, perhatian tertuju pada akhir pekan GP Hungaria. Balapan tersebut akan menjadi ujian pertama apakah solusi yang ditemukan Mercedes benar-benar mampu mengembalikan performa George Russell dan membuat mobilnya kembali kompetitif di lintasan.

Leave a Reply