Megadewa88sport – Nicolo Bulega tengah menikmati performa luar biasa di World Superbike (WSBK) 2026. Pembalap Aruba.it Ducati tersebut kembali menunjukkan kecepatannya dengan menjadi yang tercepat dalam sesi latihan Jumat di Magny-Cours, Prancis.

Bulega saat ini kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 491 poin, unggul 133 poin dari rekan setimnya, Iker Lecuona. Dominasinya semakin terlihat dari catatan 24 kemenangan beruntun yang telah dikantonginya.
Meski demikian, Bulega harus mengubur ambisinya untuk memecahkan rekor kemenangan beruntun milik Alvaro Bautista yang mencapai 27 kemenangan. Rekor tersebut tetap bertahan setelah Lecuona menghentikan rentetan kemenangan Bulega di Donington.
“Seingat saya, Bautista sudah memenangkan 27 balapan, kan? Saya baru mengoleksi 24 kemenangan. Tentu akan menyenangkan jika bisa menambah beberapa kemenangan lagi,” ujar Bulega.
“Sayangnya, saya tidak akan bisa memecahkan rekor tersebut karena kemenangan Lecuona di Donington. Pertarungan perebutan gelar dunia tentu penting, tetapi memenangkan balapan adalah prioritas utama. Saya tidak akan mengubah pendekatan saya,” lanjutnya.
Jadi Kesempatan Menjajal Motor Baru
Menghadapi akhir pekan balapan di Magny-Cours, Bulega memiliki motivasi tambahan. Ia mengaku menyukai karakter sirkuit tersebut dan ingin melihat sejauh mana perkembangan motor Ducati yang digunakan musim ini.
Baca Juga Hasil MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kembali Juara, Baby Alien Ukir Hattrick!
“Ini adalah sirkuit yang saya sukai. Saya tak sabar untuk menguji motor baru di lintasan ini karena tahun lalu saya sempat kesulitan dengan swingarm yang lama,” kata Bulega.
Perjalanan Bulega bersama Ducati sendiri tidak langsung berjalan mulus. Ketika pertama kali bergabung, motor Ducati masih banyak menggunakan basis pengembangan yang disesuaikan dengan gaya balap Bautista.

Masalahnya, karakter fisik dan gaya balap Bulega sangat berbeda dibandingkan Bautista.
“Pada tahun pertama, saya dan kepala kru, juga dengan bantuan Ducati, berusaha menyesuaikan motor agar cocok dengan saya. Sebelumnya motor itu disetel sesuai gaya balap Bautista,” jelasnya.
“Secara fisik kami sangat bertolak belakang. Saya merasa nyaman selama dua sesi tes pertama, tetapi belum senyaman yang saya inginkan.”
Masukan Bulega kemudian menjadi bagian penting dalam pengembangan motor Ducati. Setelah menjalani proses panjang selama musim dingin, ia merasa karakter motor semakin sesuai dengan kebutuhannya.
“Saya mulai menjadi pembalap utama Ducati, hal yang membuat saya bangga. Saya bisa tampil kompetitif tanpa kehilangan kecepatan di trek lurus, mampu mengendalikan motor dengan lincah, dan juga cepat saat akselerasi,” ujarnya.
Empat Pembalap MotoGP Bakal Pindah ke WSBK?
Persaingan WSBK musim depan berpotensi semakin menarik karena sejumlah pembalap MotoGP disebut berpeluang pindah ke ajang Superbike.
Nama seperti Jack Miller, Brad Binder, Alex Rins, dan Franco Morbidelli dikaitkan dengan kemungkinan tampil di WSBK tahun depan.
Namun menurut Bulega, pengalaman mereka di MotoGP tidak otomatis membuat proses adaptasi menjadi mudah.
“Menurut saya itu tidak akan mudah, karena mereka terbiasa mengendarai motor yang benar-benar berbeda dengan tenaga yang jauh lebih besar. Mereka juga menggunakan ban yang berbeda,” kata Bulega.
Menurutnya, kehadiran Pirelli di MotoGP mulai tahun depan juga tidak serta-merta membuat karakter kedua ajang tersebut menjadi sama.
“Meskipun Michelin akan hadir di WSBK tahun depan, bannya tidak akan sama. Sama halnya dengan ban Pirelli untuk Superbike yang tidak sama dengan ban MotoGP,” jelasnya.
Meski begitu, Bulega tetap yakin para pembalap MotoGP akan mampu beradaptasi dengan cepat.
“DNA-nya kurang lebih sama, jadi transisinya akan sangat mirip dengan pengalaman saya. Mereka jelas pembalap yang tangguh. Kalau kita berlaga di MotoGP, berarti memang kita kuat. Jadi menurut saya, mereka akan mampu tampil cepat,” tuturnya.
Bulega Segera Naik Kelas ke MotoGP
Musim depan, giliran Bulega yang akan meninggalkan WSBK dan melangkah ke MotoGP bersama VR46 Ducati. Kepindahannya tinggal menunggu pengumuman resmi.
Bagi pembalap berusia 27 tahun tersebut, kesempatan ini merupakan buah dari perjalanan karier yang tidak selalu berjalan mulus.
“Saya bangga melihat perjalanan yang sudah saya lalui. Jalannya tidak mudah dan saya lebih sering mengalami masa-masa sulit daripada masa kejayaan,” ungkap Bulega.
Namun ia percaya kerja keras dan lingkungan yang tepat mampu membawanya kembali ke level tertinggi.
“Saya tahu bahwa dengan orang-orang yang tepat dan metode kerja yang tepat, saya bisa mengeluarkan potensi kecepatan yang saya yakini saya miliki,” tambahnya.
Bulega juga menyadari bahwa MotoGP akan menjadi tantangan yang jauh lebih besar.
“Jelas, MotoGP akan menuntut kita untuk naik level karena semua pembalap di sana adalah juara,” katanya.
Ia kemudian mengingat kembali masa sulit ketika kariernya sempat terpuruk di Moto2 sebelum akhirnya bangkit melalui WSBK.
“Kalau melihat kembali perjalanan karier saya, mulai dari saat saya benar-benar terpuruk di Moto2 hingga bangkit kembali, saya merasa bangga. Hal itu menyadarkan saya bahwa kita tidak boleh menyerah, bahkan saat merasa sudah berada di titik terendah,” ujarnya.
Pernah Menggantikan Marc Marquez
Menariknya, Bulega sebenarnya sudah memiliki pengalaman mengendarai motor MotoGP. Tahun lalu, ia mendapat kesempatan turun dalam balapan Valencia sebagai pembalap pengganti Marc Marquez yang mengalami cedera.
Selain itu, statusnya sebagai test rider Ducati membuat Bulega beberapa kali mendapat kesempatan menguji motor Ducati 850cc yang akan digunakan mulai musim depan.

Pengalaman tersebut membuatnya cukup percaya diri menghadapi transisi ke MotoGP.
“Saya sudah mengendarai motor itu selama beberapa hari. Saya yakin saat menjajalnya lagi nanti, saya akan lebih cepat karena pengalaman saya sudah bertambah,” kata Bulega.
Ia juga melihat Ducati masih memiliki ruang besar untuk mengembangkan motor tersebut.
“Ducati juga akan lebih memahami cara mengembangkannya, karena dengan ban Pirelli karakteristik motor tersebut sangat berbeda dibandingkan saat menggunakan ban Michelin,” jelasnya.
Baca Juga : Sky Beach Club Surabaya, Beach Club Ala Bali di Tengah Kota
Menurut Bulega, baik dirinya maupun motor Ducati masih harus mengalami peningkatan sebelum benar-benar siap menghadapi persaingan MotoGP.
“Saya rasa setiap aspek harus ditingkatkan, baik diri saya maupun motornya. Fondasinya sangat bagus,” ujarnya.
Bulega: Marc Marquez Tak Butuh Waktu Lama
Salah satu hal menarik dari pernyataan Bulega adalah penilaiannya terhadap Marc Marquez. Menurutnya, pembalap seperti Marquez tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami karakter motor baru.
Hal tersebut berkaitan dengan pengalaman Marquez yang sangat luas serta fakta bahwa basis motor Ducati MotoGP tidak sepenuhnya asing baginya.
“Saya rasa setiap aspek harus ditingkatkan. Catatan waktu dengan ban baru tidak terpaut jauh, mengingat motor ini jauh lebih lambat di trek lurus dan dalam hal akselerasi,” ujar Bulega.
Ia mengakui belum bisa memastikan kapan motor 850cc tersebut mampu menyamai performa motor 1.000cc.
“Saya tidak bisa memprediksi secara pasti kapan motor ini akan secepat motor 1.000cc, meskipun selisihnya tidak terlalu besar,” imbuhnya.
Bulega juga menyoroti perbedaan karakter ban Pirelli yang akan digunakan MotoGP dengan ban Pirelli di WSBK.
“Ban yang digunakan memang Pirelli, namun bukan tipe yang dipakai di Superbike. Mungkin lebih mudah untuk mendapatkan feel pada bagian depan motor dibandingkan saat menggunakan Michelin, karena DNA bannya serupa,” jelasnya.

Namun, kesamaan tersebut tidak berarti motor MotoGP akan terasa seperti Superbike.
“Gaya balapnya berbeda dari Superbike, begitu pula dengan motornya sendiri yang memang berbeda. Jadi, dengan ban yang sedikit berbeda dan motor yang benar-benar lain, feel-nya tidak akan terlalu mirip dengan mengendarai motor Superbike saat ini,” tambah Bulega.
Meski demikian, pengalaman panjangnya menggunakan Pirelli di WSBK tetap diyakini menjadi modal penting ketika dirinya naik kelas.
“Pengalaman saya di sini bisa membantu dalam beberapa aspek, terutama soal memahami ban. Untuk motornya sendiri tidak terlalu banyak, karena sasisnya nanti kurang lebih akan tetap sama seperti yang digunakan tahun ini,” ungkapnya.
Dan ketika berbicara tentang para bintang MotoGP, Bulega memberikan penilaian khusus terhadap Marc Marquez.
“Pengalaman melakukan tes memang akan membantu pada awalnya, tetapi para pembalap MotoGP itu luar biasa. Saya rasa pembalap seperti Marc Marquez tidak butuh waktu lama untuk menguasai motor yang kurang lebih sama, hanya saja menggunakan ban yang berbeda,” tegas Bulega.
Menurutnya, perubahan kapasitas dan karakter motor memang akan membuat kecepatan sedikit menurun. Namun, tetap saja performanya akan sangat tinggi.
“Kecepatannya memang akan lebih rendah, tetapi melaju pada kecepatan 335 km/jam pun tidak buruk. Itu tidak seperti mengendarai motor Moto3,” tutupnya.
Dengan pengalaman sebagai pembalap WSBK sekaligus test rider Ducati, Bulega kini berada di ambang babak baru dalam kariernya. Setelah mendominasi Superbike, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa dirinya juga mampu bersaing di kelas tertinggi, MotoGP.

Leave a Reply