Megadewa88sport – Musim MotoGP 2026 tampaknya menghadirkan cerita berbeda bagi Marc Marquez. Setelah tampil luar biasa dan merebut gelar juara dunia pada musim 2025, pembalap Ducati Lenovo tersebut dinilai belum menunjukkan performa serta agresivitas yang sama.

Pandangan itu datang dari pengamat MotoGP asal Italia, Carlo Pernat. Ia menilai ada perubahan dalam diri Marquez, terutama dari sisi motivasi dan keberanian mengambil risiko di lintasan.

Dominasi Musim Lalu Mulai Terasa Jauh

Pada MotoGP 2025, Marquez tampil begitu dominan. Ia berhasil mengamankan gelar juara dunia dengan catatan impresif, yakni 11 kemenangan dan 15 podium dari 18 balapan yang diikutinya dalam total 22 seri.

Penampilan tersebut menjadi bukti betapa kuatnya Marquez ketika berada dalam kondisi terbaik. Bahkan, menurut Pernat, Marquez mampu memberikan performa tambahan yang membuat Ducati melampaui potensi sebenarnya.

Baca Juga Veda Ega Pratama Jadi “Separuh Nyawa” Honda di Moto3 2026

Namun, situasi berubah pada musim 2026.

Dari 12 seri yang sudah berlangsung, Marquez baru mencatatkan tiga kemenangan dan tiga podium dari 10 balapan. Statistik tersebut jelas belum mencerminkan performa seorang juara dunia yang begitu dominan pada musim sebelumnya.

Pernat: Marquez Tidak Lagi Punya “Api” yang Sama

Pernat menilai salah satu faktor yang membuat performa Marquez berbeda adalah motivasi. Menurutnya, perjuangan panjang hingga akhirnya kembali menjadi juara dunia membuat Marquez memiliki dorongan luar biasa pada musim 2025.

“Motor Ducati yang benar-benar optimal adalah versi 2024. Lalu, di 2025, pembaruannya tidak seefektif yang dikira, dan Marquez mengendarai motor itu melebihi potensinya,” ujar Pernat seperti dikutip dari Motosan.

Pernat bahkan menilai Marquez mampu memberikan tambahan performa hingga sekitar 30 persen berkat motivasi dan mentalitasnya.

“Dia memberikan setidaknya 30% performa tambahan. Dia sangat termotivasi setelah semua perjuangannya selama ini, hingga menutupi apa yang sebetulnya tidak bekerja dengan baik,” lanjutnya.

Kini, menurut Pernat, kondisi tersebut tidak lagi terlihat secara konsisten.

Bukan Tidak Ingin Menang

Pernat menegaskan bahwa perubahan Marquez bukan berarti sang pembalap sudah kehilangan keinginan untuk memenangkan balapan.

Justru, Marquez disebut sudah berada dalam kondisi yang lebih nyaman setelah berhasil mencapai target besar berupa gelar juara dunia.

“Tahun ini kurang lebih sama seperti 2025. Perbedaannya, Marquez sudah lebih merasa puas. Bukan karena dia tidak ingin menang, tentu saja bukan itu,” kata Pernat.

Ia kemudian menambahkan bahwa Marquez tidak lagi memiliki “api” yang sama seperti musim sebelumnya.

“Dia tidak lagi memiliki api semangat yang dia punya tahun lalu. Dia tidak punya 30% tambahan performa itu, tidak selalu,” tegasnya.

Silverstone Jadi Salah Satu Contohnya

Salah satu momen yang dianggap memperlihatkan perubahan pendekatan Marquez terjadi pada MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone.

Baca Juga Gempa Susulan M 5,8 Kembali Guncang Flores, Penanganan Wilayah Terisolasi Terus Berlanjut

Alih-alih memaksakan diri untuk mengejar hasil maksimal dengan risiko besar, Marquez memilih bermain lebih aman. Ia berusaha mengamankan sebanyak mungkin poin daripada mengambil risiko yang berpotensi membuatnya gagal finis.

Strategi tersebut memang lebih berhati-hati, tetapi sekaligus memperlihatkan bahwa Marquez kini mungkin lebih selektif dalam menentukan kapan harus menyerang dan kapan harus mengamankan posisi.

Aragon Bisa Jadi Momen Kebangkitan

Marc Marquez masih memiliki banyak kesempatan untuk membalikkan keadaan. Balapan berikutnya adalah MotoGP Aragon 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28-30 Agustus di Sirkuit MotorLand Aragon, Alcaniz, Spanyol.

Lintasan tersebut dinilai lebih cocok dengan karakter Marquez. Jika Ducati mampu memberikan paket motor yang kompetitif, bukan tidak mungkin sang juara dunia kembali menunjukkan agresivitas yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Pertanyaannya kini bukan apakah Marquez masih mampu menang, melainkan apakah “api” yang pernah membawanya mendominasi MotoGP 2025 bisa kembali menyala.

MotoGP Aragon pun menjadi kesempatan menarik untuk melihat apakah Marquez benar-benar mengalami penurunan motivasi atau justru sedang menunggu momen yang tepat untuk kembali menggila di lintasan.