Megadewa88sport Veda Ega Pratama terus menunjukkan performa konsisten di Moto3 2026. Di tengah persaingan ketat para pembalap muda dunia, rider asal Indonesia tersebut justru menjadi salah satu tumpuan utama Honda dalam mengumpulkan poin.

Hingga saat ini, Veda menempati peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan 97 poin. Tak hanya menjadi pembalap Honda dengan posisi terbaik, kontribusinya terhadap perolehan poin Honda di klasemen konstruktor juga sangat besar.

Honda saat ini mengoleksi 154 poin di klasemen konstruktor Moto3 2026. Dari jumlah tersebut, Veda tercatat menyumbangkan 74 poin.

Artinya, hampir separuh perolehan poin Honda datang dari satu pembalap berusia 17 tahun tersebut.

Baca Juga MotoGP Mulai Kaji Bursa Transfer Rider, Bakal Tiru Sistem Sepakbola?

Veda Jadi Andalan Honda

Performa Veda menjadi semakin penting karena Honda masih tertinggal cukup jauh dari KTM dalam persaingan konstruktor. KTM sejauh ini telah mengumpulkan 295 poin, hampir dua kali lipat dari perolehan Honda.

Selain Veda, tiga pembalap Honda lainnya juga turut menyumbangkan poin. Guido Pini dan Adrian Fernandez masing-masing mengoleksi 36 poin, sementara Jesus Rios menyumbangkan 19 poin.

Keempat pembalap tersebut memperkuat tim yang berbeda. Veda membela Honda Team Asia, sedangkan Fernandez dan Pini memperkuat Leopard Racing. Sementara itu, Rios menjadi bagian dari Rivacold Snipers Team.

Meski datang dari tim berbeda, seluruhnya mengandalkan mesin Honda untuk bersaing di kelas Moto3.

Kontribusi Besar di Tengah Persaingan Ketat

Besarnya kontribusi Veda membuat kiprahnya di Moto3 2026 semakin menarik untuk diperhatikan. Bukan hanya soal posisi keenam di klasemen pembalap, tetapi juga bagaimana setiap hasil balapnya dapat membantu Honda memperkecil jarak dengan para rival.

Baca Juga Kortas Tipikor Polri Sebut Praperadilan Febrie Adriansyah Salah Alamat, Ini Alasannya

Dalam klasemen konstruktor, terdapat aturan khusus mengenai perolehan poin. Setiap pabrikan hanya mendapatkan poin dari satu pembalap dengan hasil finis terbaik dalam setiap seri.

Karena itu, konsistensi Veda menjadi sangat penting. Setiap kali mampu finis lebih tinggi dibandingkan pembalap Honda lainnya, peluang Honda mendapatkan tambahan poin konstruktor pun semakin besar.

Dengan kata lain, Veda bukan sekadar mengejar prestasi pribadi. Ia juga membawa misi besar untuk mengangkat nama Honda di tengah dominasi KTM.

Masih Ada Peluang Tambah Poin

Perjalanan Moto3 2026 masih belum berakhir. Veda masih memiliki kesempatan untuk mengumpulkan lebih banyak poin dan memperbaiki posisinya di klasemen pembalap.

Jika mampu mempertahankan konsistensi hingga seri-seri berikutnya, bukan tidak mungkin Veda semakin dekat dengan persaingan papan atas.

Bagi Honda, performa Veda juga menjadi modal penting. Ketika pabrikan asal Jepang tersebut masih berusaha mengejar ketertinggalan dari KTM, keberadaan pembalap muda seperti Veda menjadi salah satu harapan terbesar.

Di usia baru 17 tahun, Veda Ega Pratama sudah menjadi salah satu wajah penting Honda di Moto3 2026. Jika tren positif ini berlanjut, kontribusinya tidak hanya akan menentukan perjalanan Honda di klasemen konstruktor, tetapi juga bisa menjadi langkah besar dalam perjalanan kariernya menuju level yang lebih tinggi.

Moto3 memang penuh kejutan. Namun satu hal mulai terlihat jelas: Veda Ega Pratama bukan lagi sekadar pembalap muda Indonesia yang ikut bersaing, melainkan salah satu tumpuan utama Honda di panggung dunia.