sport.megadewa88portal,PSIM Yogyakarta menyesuaikan program latihan tim selama bulan Ramadan dengan mempertimbangkan kondisi fisik pemain yang menjalani ibadah puasa. Penyesuaian tersebut dilakukan agar intensitas latihan tetap terjaga tanpa mengganggu stamina dan kebugaran para pemain selama menjalani aktivitas harian di bulan suci.

Tim pelatih merancang jadwal latihan yang lebih fleksibel, dengan waktu pelaksanaan disesuaikan pada sore menjelang berbuka atau malam hari setelah pemain mendapatkan asupan energi. Pola ini dipilih untuk menjaga efektivitas latihan, sekaligus meminimalkan risiko kelelahan dan dehidrasi yang dapat memengaruhi performa pemain di lapangan.
Selain perubahan jadwal, materi latihan juga mengalami penyesuaian. Fokus diberikan pada aspek teknis, taktik, serta pemeliharaan kondisi fisik, bukan pada peningkatan intensitas yang terlalu berat. Program tersebut dirancang agar para pemain tetap berada dalam kondisi kompetitif tanpa harus menjalani beban latihan yang berlebihan.
Staf pelatih juga bekerja sama dengan tim medis dan nutrisionis untuk memastikan kebutuhan gizi pemain terpenuhi selama Ramadan. Pengaturan pola makan saat sahur dan berbuka menjadi perhatian utama, termasuk pemilihan menu yang mendukung pemulihan energi serta menjaga daya tahan tubuh.
Baca Juga: Manchester City Disanksi UEFA, Leicester Ditahan Imbang
Manajemen klub menilai penyesuaian program latihan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban ibadah dan tuntutan profesional sebagai atlet. Dengan pendekatan yang lebih adaptif, diharapkan para pemain dapat menjalani Ramadan dengan nyaman, sekaligus tetap mempertahankan kesiapan fisik dan mental menjelang agenda kompetisi berikutnya.

Leave a Reply