Megadewa88sport – Victor Wembanyama mendapat kepercayaan besar dari Timnas Prancis. Bintang muda San Antonio Spurs tersebut resmi ditunjuk sebagai kapten Les Bleus untuk menghadapi rangkaian Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2027.

Federasi Bola Basket Prancis (FFBB) mengumumkan penunjukan Wembanyama pada Rabu (19/8) waktu setempat. Keputusan tersebut menjadi penanda semakin besarnya peran pemain berusia 22 tahun itu dalam proyek jangka panjang basket Prancis.
Wembanyama sendiri menyambut kepercayaan tersebut dengan penuh rasa hormat. Baginya, menjadi kapten bukan sekadar mengenakan ban kapten, tetapi juga memberikan contoh kepada rekan-rekannya melalui sikap dan penampilan di lapangan.
“Menjadi kapten, pertama dan terutama, adalah tentang memberikan contoh dan menjadi seorang pemimpin melalui penampilan di lapangan, memahami sistem permainan, lawan-lawan, serta mampu membawa ketenangan,” ujar Wembanyama melalui FIBA.
Bukan Nama Baru di Timnas Prancis
Meski masih berusia 22 tahun, Wembanyama bukan pemain baru di skuad Les Bleus. Ia sudah menjadi bagian penting dari perjalanan Timnas Prancis dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada Olimpiade Paris 2024. Wembanyama tampil dalam enam pertandingan dengan rata-rata 15,8 poin, 9,7 rebound, 3,3 assist, 2 steal, dan 1,7 blok per pertandingan.
Prancis kemudian berhasil melaju hingga partai final sebelum harus mengakui keunggulan Amerika Serikat dengan skor 87-98 dan membawa pulang medali perak.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Wembanyama untuk menjalankan tanggung jawab barunya sebagai kapten.

Datang dengan Modal Musim Spektakuler
Kepercayaan kepada Wembanyama juga tidak terlepas dari performanya bersama San Antonio Spurs di NBA.
Pada musim ketiganya, Wembanyama mencatat rata-rata 25 poin, 11,5 rebound, dan 3,1 assist per pertandingan. Ia juga berhasil meraih penghargaan Defensive Player of the Year 2026 serta masuk dalam persaingan penghargaan MVP NBA.
Lebih dari itu, Wembanyama sukses membawa Spurs melangkah hingga Final NBA 2026. Perjalanan tersebut akhirnya terhenti setelah San Antonio kalah dari New York Knicks.
Kini, pengalaman bermain di level tertinggi NBA tersebut diharapkan dapat membantu Wembanyama menjadi sosok pemimpin baru bagi generasi emas basket Prancis.
Tantangan Besar di Kualifikasi Piala Dunia 2027
Prancis juga datang ke ronde kedua kualifikasi dengan modal positif. Les Bleus menjadi juara Grup G pada ronde pertama dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan.
Pada ronde kedua, Prancis tergabung di Grup L bersama Finlandia, Hungaria, Estonia, Swedia, dan Slovenia.
Pertandingan pada fase ini berlangsung dalam tiga jendela, yakni Agustus 2026, November 2026, dan Februari 2027. Dari enam tim di setiap grup, hanya tiga tim terbaik yang berhak melaju ke Piala Dunia FIBA 2027 di Qatar.
Pada jendela pertama, Prancis akan memulai era baru di bawah pelatih Frederic Fauthoux. Les Bleus dijadwalkan menjamu Slovenia di Paris pada 27 Agustus 2026 sebelum bertandang menghadapi Swedia di Stockholm pada 30 Agustus.
Baca Juga Kortas Tipikor Polri Sebut Praperadilan Febrie Adriansyah Salah Alamat, Ini Alasannya
Wembanyama Siap Memulai Era Baru
Penunjukan sebagai kapten menjadi babak baru dalam perjalanan Wembanyama bersama Timnas Prancis. Ia menyadari tanggung jawab tersebut datang lebih cepat dari perkiraan, tetapi percaya keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang.

“Jendela pertandingan ini menjadi kesempatan untuk memulai babak baru sebagai kapten. Ini mungkin lebih cepat dari perkiraan saya dan banyak orang, tetapi bukan keputusan yang terburu-buru,” kata Wembanyama.
Dengan pengalaman di Olimpiade, pencapaian luar biasa di NBA, serta statusnya sebagai salah satu pemain muda paling berpengaruh di dunia, Wembanyama kini memiliki tugas besar.
Ia bukan hanya dituntut tampil dominan di lapangan, tetapi juga menjadi sosok yang mampu membawa ketenangan, memberikan contoh, dan menyatukan generasi baru Timnas Prancis.
Setelah sukses membawa Les Bleus meraih perak di Paris 2024, Wembanyama kini mengemban misi berikutnya: memimpin Prancis menuju Piala Dunia FIBA 2027 dan mempersiapkan tim untuk menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028.

Leave a Reply